Konfigurasi Formulir Reimbursement
Bab ini menjelaskan cara mengkonfigurasi formulir reimbursement. Formulir reimbursement menentukan apa yang dapat diklaim karyawan, informasi apa yang harus mereka berikan, bagaimana nomor dokumen dibuat, dan siapa yang perlu menyetujui pengajuan tersebut.
Gunakan bab ini setelah Anda menyelesaikan Setup Awal di bab sebelumnya. Posisi, pengguna, peran, kategori biaya, dan field tambahan sudah harus disiapkan sebelum Anda mengkonfigurasi aturan persetujuan.
Dalam bab ini, bedakan kedua istilah berikut:
- Kategori Biaya adalah data master yang digunakan di dalam baris detail reimbursement.
- Formulir Reimbursement adalah formulir yang sedang dikonfigurasi di halaman ini.
Kapan Menggunakan Formulir Reimbursement
Buat formulir reimbursement yang terpisah saat jenis klaim yang berbeda membutuhkan aturan, field, penomoran, atau instruksi yang berbeda pula.
Contoh umum:
| Formulir | Skenario Penggunaan Tipikal |
|---|---|
| Klaim Umum | Biaya operasional harian seperti konsumsi, parkir, atau perlengkapan kantor. |
| Klaim Perjalanan | Biaya perjalanan dinas yang membutuhkan lampiran struk, invoice, atau detail perjalanan. |
| Klaim Medis | Reimbursement medis yang mungkin memerlukan dokumen pendukung khusus. |
| Klaim Proyek | Biaya terkait proyek yang membutuhkan kode proyek atau nama klien. |
Sebuah formulir dapat aktif atau nonaktif. Formulir yang aktif akan muncul saat karyawan membuat reimbursement. Formulir yang nonaktif disimpan untuk riwayat atau penggunaan di masa mendatang, tetapi karyawan tidak dapat menggunakannya untuk pengajuan baru.
Prioritas Form di Menu Create
Daftar formulir reimbursement memiliki kolom Prioritas (Priority).

Prioritas formulir mengontrol urutan tampilan formulir di dalam menu Ajukan Reimbursement karyawan.
| Perilaku Prioritas | Arti |
|---|---|
| Angka lebih kecil | Muncul lebih tinggi (di atas) dalam menu pengajuan reimbursement. |
| Angka lebih besar | Muncul lebih rendah (di bawah) dalam menu pengajuan reimbursement. |
| Formulir nonaktif | Tidak muncul untuk pengajuan baru, meskipun memiliki angka prioritas. |
Gunakan panah atas dan bawah pada kolom prioritas untuk mengurutkan formulir. Klik Save Priority setelah mengubah urutan.
Praktik yang disarankan:
- Tempatkan formulir yang paling sering digunakan di bagian atas.
- Tempatkan formulir khusus di bagian bawah daftar.
- Nonaktifkan formulir lama daripada mengandalkan prioritas rendah untuk menyembunyikannya.
Membuka Formulir Reimbursement
- Buka menu Configuration > Formulir Reimbursement.
- Pilih formulir yang ingin Anda konfigurasi.
- Klik ikon Edit.
Halaman konfigurasi formulir memiliki tiga tab:
| Tab | Tujuan |
|---|---|
| Formulir Reimbursement | Pengaturan dasar formulir, hak akses, flag perilaku, dan penomoran dokumen. |
| Aturan Persetujuan | Aturan yang memutuskan siapa yang menyetujui reimbursement yang diajukan menggunakan formulir ini. |
| Instruksi | Teks panduan yang ditampilkan kepada karyawan sebelum mereka mengirimkan formulir. |
1. Pengaturan Umum Form
Buka tab Formulir Reimbursement.

Tab ini mengontrol identitas dan perilaku formulir.
| Pengaturan | Apa yang Dilakukannya |
|---|---|
| Name | Nama formulir yang ditampilkan kepada karyawan. Gunakan nama yang jelas seperti Klaim Umum atau Klaim Perjalanan. |
| Description | Penjelasan singkat yang membantu karyawan memilih formulir yang benar. |
| Custom Fields | Field tambahan dari daftar field tambahan yang harus muncul pada formulir ini. |
| Shown in Access Rights | Peran yang diizinkan untuk melihat dan menggunakan formulir ini. |
| Icon | Ikon yang ditampilkan di menu pengajuan reimbursement. |
| Active / Inactive | Apakah formulir ini dapat digunakan untuk pengajuan reimbursement baru. |
Hak Akses
Gunakan Shown in Access Rights untuk mengontrol peran mana yang dapat mengajukan formulir ini.
Contoh:
| Kebutuhan | Setup yang Disarankan |
|---|---|
| Semua karyawan boleh menggunakan formulir ini. | Sertakan semua peran karyawan yang seharusnya dapat mengajukan reimbursement. |
| Hanya finance yang boleh menggunakan formulir ini. | Sertakan peran finance saja. |
| Formulir sudah tidak digunakan lagi. | Ubah formulir menjadi nonaktif (Inactive) daripada menghapus hak akses satu per satu. |
Jika karyawan tidak dapat melihat sebuah formulir di menu pengajuan reimbursement, cek kedua hal berikut:
- Formulir tersebut harus berstatus aktif.
- Peran karyawan tersebut harus disertakan dalam hak akses formulir.
Flag Perilaku Form
Flag perilaku mengontrol bagaimana formulir bersikap saat karyawan membuat reimbursement.
| Flag | Arti |
|---|---|
| Readonly Position | Sistem menggunakan posisi karyawan saat ini secara otomatis dan mencegah perubahan manual. Ini menjaga rute persetujuan tetap konsisten. |
| Readonly Date | Sistem menggunakan tanggal hari ini secara otomatis dan mencegah perubahan tanggal manual. Berguna jika klaim backdate tidak diperbolehkan. |
| Main Reimburse Attachment Required | Karyawan harus mengunggah setidaknya satu lampiran utama sebelum submit, seperti struk atau invoice. |
Setup yang disarankan:
- Tetap aktifkan Readonly Position jika aturan persetujuan Anda menggunakan Supervisor atau PIC Posisi Teratas.
- Aktifkan Main Reimburse Attachment Required untuk formulir yang selalu mewajibkan struk bukti.
- Gunakan Readonly Date hanya jika karyawan tidak diperbolehkan memilih tanggal transaksi secara manual.
2. Penomoran Dokumen
Penomoran dokumen mengontrol nomor reimbursement yang dihasilkan untuk setiap pengajuan menggunakan formulir ini.
| Pengaturan | Tujuan |
|---|---|
| Document Prefix | Teks atau variabel yang ditambahkan sebelum nomor urut. |
| Document Suffix | Teks atau variabel yang ditambahkan setelah nomor urut. |
| Next Number | Nomor urut berikutnya yang akan digunakan. |
| Length of Number | Total digit pada nomor urut. Contohnya, panjang 5 menghasilkan 00001. |
| Reset Number Every | Menentukan apakah nomor urut terus berlanjut, di-reset setiap bulan, atau di-reset setiap tahun. |
| Document Number Preview | Menampilkan contoh nomor yang akan dihasilkan sebelum Anda menyimpannya. |
Anda dapat memasukkan variabel tanggal dinamis ke dalam prefix atau suffix:
| Variabel | Arti | Contoh |
|---|---|---|
{year4} | Tahun saat ini dalam 4 digit. | 2026 |
{year2} | Tahun saat ini dalam 2 digit. | 26 |
{month} | Bulan saat ini dalam 2 digit. | 04 |
Contoh konfigurasi:
| Pengaturan | Nilai |
|---|---|
| Document Prefix | GC-{year2}{month}- |
| Length of Number | 5 |
| Document Suffix | kosong |
| Reset Number Every | Month |
Contoh nomor yang dihasilkan:
GC-2604-00001Praktik yang disarankan:
- Gunakan awalan pendek yang mewakili formulir, seperti
GC-untuk Klaim Umum (General Claim) atauTRV-untuk Klaim Perjalanan (Travel Claim). - Sertakan
{year2}{month}jika tim finance ingin nomor dikelompokkan berdasarkan periode. - Cek kolom preview sebelum menyimpan.
- Hindari mengubah penomoran setelah formulir pernah digunakan kecuali tim finance telah menyetujui perubahan tersebut.
3. Instruksi
Buka tab Instruksi (Instructions).

Instruksi ditampilkan kepada karyawan sebelum mereka mengajukan reimbursement. Gunakan area ini untuk panduan singkat dan praktis.
Contoh:
| Skenario Penggunaan | Contoh Instruksi |
|---|---|
| Syarat struk | Lampirkan struk yang valid dan pastikan jumlah nominal dapat dibaca. |
| Tujuan bisnis | Jelaskan tujuan bisnis sebelum mengajukan reimbursement. |
| Klaim perjalanan | Lampirkan invoice hotel, struk transportasi, dan persetujuan perjalanan jika diwajibkan. |
| Tenggat waktu | Ajukan klaim sebelum tanggal tutup buku bulanan. |
Cara mengaktifkan instruksi:
- Buka tab Instruksi.
- Aktifkan Show Reimbursement Procedure Instructions.
- Tulis teks instruksi di dalam editor.
- Klik Save.
Buat instruksi tetap singkat. Dokumen kebijakan yang panjang lebih baik disimpan di luar formulir dan ditautkan dari teks instruksi ini.
Saat instruksi diaktifkan, karyawan akan melihat ikon instruksi di sebelah nama formulir pada halaman Ajukan Reimbursement. Mengklik ikon tersebut akan membuka konten instruksi sebelum mereka mengirimkan reimbursement. Lihat Panduan Pengguna Reimbursement untuk melihat tampilan dari sisi karyawan.
4. Aturan Persetujuan
Buka tab Aturan Persetujuan (Approval Rules).

Aturan persetujuan menentukan siapa yang harus menyetujui reimbursement yang diajukan menggunakan formulir ini. Setiap aturan memiliki dua bagian:
| Bagian | Arti |
|---|---|
| IF (Jika) | Kondisi yang memutuskan kapan aturan ini berlaku. |
| THEN (Maka) | Daftar penyetuju yang harus menyetujui reimbursement. |
Klik Add untuk membuat aturan baru.

Kondisi IF
Sebuah aturan bisa berlaku untuk semua reimbursement atau hanya untuk reimbursement yang memenuhi kondisi spesifik tertentu.

Contoh kondisi umum:
| Kondisi | Contoh |
|---|---|
| Total Amount | Berlaku hanya jika jumlah total lebih besar dari Rp 1.000.000. |
| Custom Field | Berlaku hanya jika Project Type adalah Internal. |
| Position | Berlaku hanya jika pembuat reimbursement berada di cabang posisi yang dipilih. |
Cara menambahkan kondisi:
- Klik tombol + di area IF.
- Pilih jenis kondisi, seperti Amount, Position, Description, atau salah satu field tambahan.
- Pilih operator, seperti minimum, maksimum, sama dengan (equal), mengandung (contains), atau di dalam (in).
- Isi nilai pada saat kondisi yang dipilih mewajibkannya.
- Tambahkan kondisi lain hanya jika aturan ini membutuhkan lebih dari satu syarat.
Jika tidak ada kondisi yang ditambahkan, aturan ini akan berlaku untuk semua reimbursement di formulir ini.
Jika beberapa kondisi ditambahkan pada satu aturan yang sama, semua kondisi harus terpenuhi sebelum aturan ini digunakan. Dengan kata lain, kondisi di dalam satu aturan menggunakan logika AND.
Penyetuju di THEN
Penyetuju dievaluasi secara berurutan. Penyetuju pertama harus menyetujui sebelum dokumen diteruskan ke penyetuju berikutnya.
| Tipe Approver | Cara Kerjanya |
|---|---|
| Supervisor | Menggunakan PIC dari posisi tepat di atas posisi pembuat reimbursement. |
| PIC Posisi Teratas | Menggunakan PIC yang ditetapkan ke posisi tertinggi di dalam cabang posisi pembuat reimbursement. |
| Pengguna (User) | Menggunakan pengguna spesifik yang ditunjuk namanya, tidak bergantung pada posisi pembuat. |
Sebelum menggunakan Supervisor atau PIC Posisi Teratas, pastikan menu Master Data > Posisi sudah memiliki hierarki dan penetapan PIC yang benar.
5. Contoh Skenario Persetujuan
Contoh ini menggunakan dua aturan untuk formulir Klaim Umum.
Kebijakan bisnis:
| Jumlah Klaim | Alur Persetujuan |
|---|---|
| Hingga Rp 1.000.000 | Persetujuan Supervisor. |
| Di atas Rp 1.000.000 | Persetujuan Supervisor, lalu persetujuan Finance Manager. |
Urutan aturan yang disarankan:
| Prioritas | Aturan | IF | THEN |
|---|---|---|---|
| 1 | Klaim Jumlah Besar | Total Amount lebih besar dari Rp 1.000.000 | Supervisor, lalu Finance Manager. |
| 2 | Klaim Standar | Tanpa kondisi, berlaku untuk semua reimbursement lainnya | Supervisor. |
Aturan jumlah besar harus diletakkan di atas aturan standar. Sistem mengecek aturan berdasarkan urutan prioritas dan menggunakan aturan pertama yang cocok.
Bagaimana contoh ini bekerja:
| Klaim Diajukan | Hasil |
|---|---|
| Rp 750.000 | Aturan jumlah besar tidak cocok. Aturan standar yang digunakan. |
| Rp 1.500.000 | Aturan jumlah besar cocok. Supervisor dan Finance Manager harus menyetujui. |
6. Prioritas Aturan
Prioritas di dalam tab Aturan Persetujuan mengontrol aturan mana yang akan dievaluasi terlebih dahulu untuk formulir ini. Ini berbeda dari prioritas formulir di daftar formulir reimbursement.
Perilaku penting:
- Sistem mengecek aturan dari atas ke bawah.
- Hanya aturan pertama yang cocok yang digunakan.
- Setelah sebuah aturan cocok, sistem tidak akan melanjutkan mengecek aturan berikutnya.
- Jika tidak ada aturan aktif yang cocok, reimbursement tidak membutuhkan persetujuan dan langsung maju dengan status disetujui.
Gunakan prioritas dengan hati-hati. Letakkan aturan yang paling spesifik di atas dan aturan fallback (cadangan) umum di paling bawah.
Pola setup yang umum:
| Prioritas | Tipe Aturan |
|---|---|
| Atas | Aturan spesifik, seperti jumlah besar atau proyek khusus. |
| Tengah | Aturan berbasis posisi atau custom field. |
| Bawah | Aturan fallback umum untuk semua reimbursement yang tersisa. |
Contoh:
| Urutan Aturan | Kondisi | Apa yang Terjadi |
|---|---|---|
| 1 | Amount lebih besar dari Rp 1.000.000 | Digunakan hanya untuk reimbursement jumlah besar. Jika cocok, aturan di bawahnya diabaikan. |
| 2 | Tanpa kondisi | Digunakan sebagai fallback untuk semua reimbursement yang tidak masuk ke aturan 1. |
Jika Anda menghapus aturan fallback dan sebuah reimbursement tidak cocok dengan aturan mana pun, dokumen tidak akan menunggu persetujuan. Gunakan pendekatan ini hanya jika perilaku tersebut memang disengaja.
7. Status Aktif, Nonaktif, dan Hapus
Formulir reimbursement dapat berstatus aktif atau nonaktif.
| Status | Perilaku |
|---|---|
| Aktif | Karyawan yang memiliki akses dapat menggunakan formulir ini untuk pengajuan baru. |
| Nonaktif | Formulir disembunyikan dari pengajuan baru tetapi tetap tersedia untuk dokumen historis. |
Gunakan status nonaktif saat formulir tidak lagi digunakan tetapi sudah memiliki riwayat reimbursement.
Hapus (Delete) hanya tepat dilakukan saat formulir belum pernah digunakan dan tidak ada konfigurasi yang memblokirnya. Jika formulir sudah memiliki dokumen reimbursement atau aturan persetujuan, nonaktifkan formulir tersebut alih-alih menghapusnya.
8. Checklist yang Disarankan
Sebelum karyawan mulai menggunakan formulir reimbursement, periksa hal-hal berikut:
- Nama formulir dan deskripsinya jelas.
- Formulir berstatus aktif.
- Peran yang benar sudah dipilih di pengaturan hak akses.
- Field tambahan yang wajib sudah dipasang di formulir.
- Kewajiban lampiran sesuai dengan kebijakan perusahaan.
- Preview penomoran dokumen sudah benar.
- Instruksi sudah diaktifkan jika karyawan membutuhkan panduan.
- Aturan persetujuan sudah memiliki aturan fallback yang jelas.
- Aturan berbasis Supervisor atau PIC Top Position sudah didukung oleh penetapan PIC posisi yang valid.
- Sampel reimbursement sudah dicoba untuk diajukan dan masuk ke penyetuju yang tepat.
Masalah Umum
| Masalah | Apa yang Harus Dicek |
|---|---|
| Karyawan tidak bisa melihat formulirnya. | Cek apakah formulirnya aktif dan apakah peran karyawan disertakan di dalam hak akses (access rights). |
| Field wajib tidak muncul. | Cek apakah field tambahan tersebut aktif dan terpasang di dalam formulir ini. |
| Nomor reimbursement salah. | Cek pengaturan prefix, suffix, next number, number length, dan opsi reset. |
| Persetujuan masuk ke orang yang salah. | Cek posisi karyawan, penetapan PIC posisi, dan urutan aturan persetujuan. |
| Tidak ada aturan persetujuan yang terpilih. | Tambahkan aturan fallback tanpa kondisi agar setiap reimbursement memiliki rute persetujuan. |
| Formulir tidak bisa dihapus. | Formulir mungkin sudah digunakan oleh dokumen reimbursement atau aturan persetujuan. Coba nonaktifkan saja formulir tersebut. |
